Jendela Hati

Desember 29, 2009

Tahun Baru

Diarsipkan di bawah: PERENUNGAN-ku — ts31 @ 7:31 am

Subhanallah..

Nggak kerasa hitungan hari lagi, kita akan berganti tahun.
Pesan ibuku, pergantian tahun masehi tidak selayaknya dirayakan dengan berlebihan.
karena kita punya tahun baru Islam sendiri, yang harus dimaknai lebih dalam.
Berhari-hari nasehat itu dipesankan untuk ku juga kakak-kakakku..

Ehm.. sudah tahun 2010 di depan mata.
Lantas apa yang sudah ku lakukan selama iniyaa.. :-)

pertanyaan klasik, tapi bagiku cukup membuncahkan semangat..

Bunga memang tak semuanya merah

Juga tak semuanya wangi

Matahari pun tak 24 jam menerangi

Tapi ia tetap butuh bulan untuk mengganti perannya di setengah hari berikutnya

Sebagai manusia tidak selamanya kita bersih dari dosa

Butuh proses dan “teman” untuk menjadikan diri kita semakin baik lagi..

dan bermanfaat untuk orang lain adalah semulia-mulianya manusia

Desember 23, 2009

CHECK.. pertumbuhan dan perkembangan anak sekarang..

Diarsipkan di bawah: IQ anak — ts31 @ 3:27 am

Literatur penulis ambil dari sebuah buku textbook yang didalam salah satu babnya membahas mengenai “physical and perceptual development in Infacy and childhood”.

Seringkali kita bertanya-tanya, sebenarnya pada usia anak tertentu, seharusnya mereka telah dapat melakukan apa ya?? Karena dengan menyadari akan hal ini, tentu sebagai orang tua akan lebih perhatian akan perkembangan dan pertumbuhan buah hatinya.
Apa jadinya, jika anak usia satu tahun belum lancar berjalan, atau masih belum dapat berjalan sendiri (Walks alone)? (seperti gambar diatas)
Sehingga informasi diatas, semoga bisa bermanfaat untuk para orang tua agar senantiasa melatih anak-anak mereka sejak kecil agar pertumbuhan dan perkembangannya tidak terlambat (sekali lagi  agar tidak TERLAMBAT). Yang tentu hal ini akan sangat berkaitan dengan asupan gizi yang diberikan kepada anak-anak dan lingkungan sekitar.
Berikut setiap tahap perkembangan buah hati (yang tentu membuat para orang tua, tiada henti-hentinya bahagia) :

USIA Kemampuan
2 bulan : Tidur tengkurap dan menengadahkan kepala
2,5 bulan :  Rolls over (mampu berguling/membalikkan badannnya sendiri)
3 bulan:  Duduk (namun masih menggunakan sandaran)
6 bulan : Duduk tanpa sandaran
6,5 bulan :  Berdiri namun tetap membutuhkan pegangan untuk dapat seimbang berdiri
9 bulan:  Berjalan dengan berpegangan (entah tembok atau ditatih)
10 bulan: Mampu berdiri sejenak tanpa dibantu
11 bulan : Mampu untuk berdiri tegak sendiri tanpa bantuan
12 bulan : Mampu berjalan sendiri
14 bulan :  Mampu berjalan mundur dan menaiki anak tangga
20 bulan : Mampu menendang bola

Wah… subhanallah ya perkembangannya..
Berikan asupan gizi yang cukup, terutama juga kalsium dari susu atau keju untuk membuat tulang anak semakin kuat. Dan terhindar dari penyakit osteoporosis ketika tua nanti.
Terlebih karena perkembangan mereka pada tahun-tahun pertama butuh sokongan dari tulang yang kuat seperti untuk berdiri dan berjalan.
Terima kasih..
Semoga bermanfaat.

Desember 11, 2009

Mengintip Kecerdasan Anak

Diarsipkan di bawah: 1 — ts31 @ 7:44 am

Berbicara soal kecerdasan anak tentu tidak akan ada habisnya. Usia 2 tahun pertama kehidupan seorang anak menjadi masa penting untuk pertumbuhan dan kecerdasan mereka. oleh karena itu, banyak orang tua yang sudah sangat khawatir dengan kecerdasan anaknya sehingga sedari kecil anaknya sudah dimasukkan jaritmatika, kumon (matematik atau bahasa inggris) ataupun les belajar membaca cepat.

Berikut saya kutip ada tujuh kecerdasan yang bisa kita amati untuk melihat perkembangan kecerdasan anak :
(sebagai salah satu pertimbangan)

ECERDASAN LINGUISTIK =
Kecerdasan dalam mengolah kata = Mampu beragumentasi; meyakinkan orang; menghibur; mengajar dengan efektif lewat kata-kata; senang dengan bunyi bahasa dan teka-teki kata, mempermainkan kata dan tongue twister; mahir dalam hal-hal kecil dan mampu mengingat berbagai fakta; gemar sekali membaca; dapat menulis dengan jelas; dapat mengartikan bahasa tulisan secara luas. = Ini merupakan kecerdasan para jurnalis, juru cerita, penyair, dan pengacara. Bisa jadi mereka adalah ahli sastra.

KECERDASAN LOGIS-MATEMATIS =
Kecerdasan dalam hal angka dan logika = Kemampuan dalam penalaran, mengurutkan, berpikir dalam pola sebab-akibat, menciptakan hipotesis, mencari keteraturan konseptual atau pola numerik, pandangan hidupnya umumnya bersifat rasional. = Ini merupakan kecerdasan para ilmuwan, akuntan, dan pemprogram komputer.(Newton, Einstein, dsb.)

KECERDASAN SPASIAL =
Kecerdasan berpikir dalam gambar, mencerap, mengubah, dan menciptakan kembali berbagai aspek dunia visual-spasial. = Mempunyai kepekaan yang tajam terhadap detail visual dan dapat menggambarkan sesuatu dengan begitu hidup, melukis atau membuat sketsa ide secara jelas, serta dengan mudah menyesuaikan orientasi dalam ruang tiga dimensi. = Ini merupakan kecerdasan para arsitek, fotografer, artis, pilot, dan insinyur mesin. (Thomas Edison, Pablo Picasso, Ansel Adams, dsb.)

KECERDASAN MUSIKAL =
Kecerdasan dan kemampuan untuk mencerap, menghargai, dan menciptakan irama dan melodi. = Memiliki kepekaan terhadap nada, dapat menyanyikan lagu dengan tepat, dapat mengikuti irama musik, dapat mendengarkan (menikmati) berbagai karya musik dengan tingkat ketajaman tertentu. = Ini merupakan kecerdasan para komponis, pemain musik, penyanyi, pemimpin orkestra atau berbagai group musik. (Bach, Beethoven, dsb.).

KECERDASAN KINESTETIK-JASMANI =
Merupakan kecerdasan fisik: bakat dalam mengendalikan gerak tubuh, dan keterampilan dalam menangani benda; cekatan; indra perabanya sangat peka; tidak bisa tinggal diam, dan berminat atas segala sesuatu. = Memiliki keterampilan dalam menjahit, bertukang, merakit model. Dapat menikmati kegiatan fisik seperti: berjalan kaki, menari, berlari, berkemah, berenang, atau kegiatan fisik lainnya. = Ini adalah keterampilan para atlet, pengrajin, montir, ahli bedah, dsb.

KECERDASAN ANTARPRIBADI =
Kemampuan untuk memahami dan bekerjasama dengan orang lain. = Kemampuan untuk mencerap dan tanggap terhadap suasana hati, perangai, niat dan hasrat orang lain. = Mempunyai rasa belaskasihan dan tanggungjawab sosial yang tinggi; dapat melihat dunia dari sudut pandang orang lain. = Ini adalah kecerdasan seorang pemimpin kegiatan sosial, pemimpin perusahaan, seorang networker, perunding dan guru yang ulung. (Mahatma Gandhi = berbelaskasih; Machiavelli = manipulatif dan licik).

KECERDASAN INTRAPRIBADI =
Kecerdasan dalam diri sendiri = Kemampuan mengakses perasaannya sendiri, membedakan berbagai keadaan emosi, menggunakan pemahamannya sendiri untuk memperkaya dan membimbing hidupnya. = Mereka sangat mawas diri dan suka bermeditasi, berkontemplasi, atau bentuk lain penelusuran jiwa yang mendalam. Mereka sangat mandiri, fokus pada tujuan, sangat disiplin. Mereka gemar belajar sendiri, lebih suka bekerja sendiri dari pada bekerjasama dengan orang lain. = Ini adalah kecerdasan para konselor, ahli teologi, wirausahawan, dsb.

Jangan abaikan apapun kecerdasan anak-anak, karena sangat mungkin mereka pandai di satu hal tapi kurang di bidang lain. ada baiknya sebagai orang tua menghargai keinginan anak dan membimbingnya menentukan cita-cita mereka tanpa mengabaikan kecerdasan alami mereka…
Serta Doa akan sangat membantu mereka melangkah..

Semoga bermanfaat.
(tujuh macam kecerdasan diatas pun saya kutip, sebagai informasi kembali untuk kita semua..)

Mutiara

Diarsipkan di bawah: 1 — ts31 @ 6:50 am

Seringkali kita mendengar istilah.. “jadilah seperti mutiara, dimanapun ia berada ia tetap bernilai indah dan berharga sekalipun berada ditempat yang kotor sekalipun”

Dari istilah tersebut, mampu untuk memotivasi diri kita, untuk senantiasa memper”cantik” diri, memperbaiki diri serta berusaha untuk membuat diri kita bernilai. Saat ini, kita tidak bisa menuntut terlalu banyak agar lingkungan dimana tempat kita tinggal, tempat kita bekerja, tempat kita sekolah ataupun tempat kita bergaul semuanya baik dan putih bersih. Kita lah yang memerankan akan seperti apakah nilai diri kita baik dihadapan sesama manusia dan terlebih di hadapan Tuhan YME. Oleh karena itu, di zaman sekarang ini, kita perlu untuk selalu mengisi jiwa dan sikap kita dengan masukan-masukan yang positif serta bernilai guna.

Seperti halnya mutiara, dimanapun ia berada, sekalipun berada ditempat sampah sekalipun. Nilai dari mutiara tersebut tetap tinggi dan memiliki arti lebih diantara kerumunan sampah lainnya. Karena apa, karena mutiara telah ditakdirkan sebagai barang yang bernilai, dimana proses untuk menjadikan ia bernilailah yang membuatnya semakin mahal dan orang sangat memburunya karena itu. Ketika dijual dan dijadikan perhiasan, tidak sedikit orang yang akan sangat ingin memburunya.

Namun, memang….
Mutiara memiliki nilai tinggi, dikarenakan ia telah menerima tempaan yang begitu kuat terlebih dahulu, melewati berbagai rintangan dan rasa sakit.

Seperti hal nya manusia akan semakin bernilai ketika ia mampu belajar untuk menjadi lebih baik dan bernilai dengan terlebih dahulu terjatuh dan sakit..

Desember 10, 2009

Rumah Impian

Diarsipkan di bawah: 1 — ts31 @ 4:53 am

Siapa yang tidak mendambakan memiliki rumah yang indah, cantik, asri juga nyaman untuk di singgahi. Sekalipun kondisi sekarang, cukup menyulitkan kita memiliki rumah yang cukup luas. Dikarenakan lahan yang terbatas juga penduduk yang semakin banyak sehingga sebisa mungkin rumah yang ada di percantik sedemikian rupa. (Makanya ikut KB yaa…. ) hehee
Fenomena apartemen pun semakin marak, dimana apartemen dijadikan sebagai pengganti rumah yang selain semakin mahal dan juga letak apartemen yang di daerah perkantoran (sebagai salah satu daya tarik untuk efisiensi). Namun, bagi ku rumah tetap punya makna tersendiri.
Pernah ketika aku kecil dahulu, membayangkan memiliki rumah yang tangganya besar dimana letak tangga terdapat di tengah2 ruangan, yang langsung menghubungkan lantai atas. Dan ketika masuk pintu utama kita bisa melihat sekeliling ruangan yang besar dan cantik. Bayangan seperti istana-istana yang ada di cerita dongeng.
Seiring waktu, aku pun sangat senang melihat rumah unik dan indah. Sekalipun tidak jago mendesainnya, tapi terkadang imajinasiku terlalu nakal untuk ku batasi jadilah aku dapat untuk sekedar mengagumi indahnya rumah2 milik orang2 tersebut.
Melewati daerah pondok indah, daerah bandung, Surabaya bahkan Cirebon pasti ada rumah yang sangat besar dan cantik. ( Dalam Hati, ternyata di Indonesia banyak orang kayanya loh…), tapi kok tingkat kemiskinan masih tinggi juga yaa….. entahlah…
Bagiku rumah memiliki kesan tersendiri, tidak harus banyak jalan-jalan ke luar rumah. Hanya dengan membuat rumah menjadi sedemikian nyaman dan cantik, sanggup untuk me”refresh”kan diri dari segala rutinitas di luar rumah.. dan mimpiku tetap sama dari dulu hingga sekarang…
“Mengutip kata plato, seorang filsuf besar dunia pernah bilang bahwa nantinya dalam kehidupannya setiap manusia akan terjebak dalam sebuah gua gelap yang berisi keteraturan kemapanan dan mereka senang berada di dalamnya. Karena mereka terbuai dengan segala kesenangan di sana dengan apa yang telah mereka capai, hingga akhirnya mereka takut keluar dari gua tersebut. Mereka memang bahagia, tetapi diri mereka kosong dan mereka tidak pernah menemukan siapa diri mereka sebenarnya. Karena mereka tidak punya MIMPI…”

Halaman Berikutnya »

Blog pada WordPress.com.